Pencemaran Udara

Apakah yang kalian rasakan ketika kalian berada di tengah kemacetan jalan raya yang panas dan penuh dengan asap kendaraan bermotor? Apakah kalian merasa nyaman? Tahukah kalian bahwa di
dalam asap tersebut terkandung berbagai macam gas yang dapat mengganggu kesehatan?
Asap kendaraan bermotor mengandung bermacam gas yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Gas-gas tersebut adalah karbon monoksida (CO), nitogen oksida (NO), hidrokarbon (HO), sulfur oksida (SO), dan lain-lain. Pernahkah kalian membayangkan bahwa gas buangan dari lemari es, AC, dan parfum yang sering disebut gas Chlorofluorocarbon (CFC) merupakan gas yang sangat berbahaya karena dapat merusak lapisan ozon yang berada di lapisan atas atmosfer bumi? Keadaan di atas menunjukkan adanya pencemaran udara yang terjadi di sekitar kita.

Pencemaran udara adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga terjadi penurunan kualitas udara sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

1 ) Jenis-Jenis Pencemaran Udara
Jumlah polutan yang dikeluarkan ke udara dalam satuan waktu dinamakan emisi. Emisi dapat disebabkan oleh biogenic emissions (proses alam), misalnya, CH4 hasil aktivitas penguraian bahan organik oleh mikroba, dan anthropogenic amissions (kegiatan manusia), misalnya, asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan sisa pembakaran. Beberapa jenis
polutan pencemar udara, antara lain, sebagai berikut.

a) Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida (CO) merupakan gas pencemar udara yang
beracun dan berbahaya bagi tubuh. Gas ini dapat berikatan dengan
hemoglobin dalam tubuh sehingga pengikatan oksigen oleh darah menjadi
terganggu. Keadaan ini dapat menimbulkan sakit kepala (pusing), mualmual,
mata berkunang-kunang, dan lemas. Dalam kadar tinggi dapat
menyebabkan kematian.

b) Karbon Dioksida (CO2)
CO2 diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis, tetapi
jika jumlah CO2 di udara terlalu banyak, CO2 tersebut akan naik ke
atmosfer dan menghalangi pemancaran panas dari bumi sehingga panas
dipantulkan kembali ke bumi. Akibatnya, bumi menjadi sangat panas.
Peristiwa ini disebut efek rumah kaca (pemanasan global). Pemanasan
global ini dapat mengakibatkan bahaya kekeringan yang hebat yang
mengganggu kehidupan manusia dan mencairnya lapisan es di daerah
kutub. Gas karbon dioksida ini berasal dari asap pabrik, pembakaran
sampah, kebakaran hutan, dan asap kendaraan bermotor. Selain itu, efek rumah kaca juga dipicu oleh hasil pembakaran fosil (batu bara dan
minyak bumi) yang berupa hasil buangan bentuk CO2 dan sulfur belerang.

c) Hidrokarbon (HC) dan Nitrogen Oksida (NO)
HC dan NO yang dipengaruhi oleh sinar matahari akan membentuk
smog yang berupa gas yang sangat pedih jika mengenai mata dan juga
sebagai penyebab penyakit kanker.

d) Sulfur Oksigen (SO)
SO yang bereaksi dengan uap air di udara dapat menyebabkan
hujan asam. Asam bersama air hujan akan jatuh ke bumi sebagai hujan
asam yang dapat mengakibatkan kerusakan atau kematian hewan dan
tumbuhan serta dapat merusak bangunan, khususnya yang terbuat dari
kayu dan besi (memicu terjadinya perkaratan).
Selain itu, SO juga dapat mengakibatkan penyempitan saluran
pernapasan yang menyebabkan batuk, gangguan pernapasan, dan
bronkitis.

e) Chloroflourocarbon (CFC)
Gas CFC merupakan gas yang sukar terurai sehingga sulit
dihilangkan dari udara. Gas ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak
beracun. Gas ini banyak digunakan sebagai bahan pengembang busa,
pendingin (lemari es dan AC), serta bahan penyemprot (hair spray dan
parfum). Di lapisan atas atmosfer, gas ini bereaksi dengan ozon-lapisan
ozon adalah lapisan yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet. Reaksi
antara CFC dan ozon akan membentuk lubang ozon. Dari lubang ini,
sinar ultraviolet akan menembus bumi. Sinar ultraviolet ini dapat
menyebabkan penyakit kanker kulit, berkurangnya kekebalan tubuh,
dan matinya algae yang dapat merusak ekosistem laut.

f) Partikel
Partikel merupakan polutan yang dapat bersama-sama dengan
bahan atau bentuk pencemar lainnya. Partikel yang dapat masuk dalam
saluran pernapasan adalah partikel yang berukuran 10 mikrometer
(PM10). Partikel dapat berupa:
(1) aerosol (partikel) yang terhambur dan melayang di udara;
(2) fog (kabut) yang merupakan aerosol berupa butiran air di udara;
(3) dust (debu) atau aerosol yang berupa butiran padat yang melayang
di udara karena tiupan angin;
(4) smoke (asap) yang merupakan aerosol campuran antara butiran
padat dan cair yang melayang di udara;
(5) mist, mirip kabut, berupa butiran zat cair, terhambur, dan melayang
di udara;
(6) plume, asap dari cerobong pabrik;
(7) smog, campuran smoke dan fog;
(8) fume, aerosol dari kondensasi uap logam.

2 ) Dampak dari pencemaran udara

Telah disebutkan di atas bahwa pencemaran udara dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari masalah kesehatan sampai perubahan iklim global. Pencemaran udara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi hanya dapat dikurangi atau dikendalikan. Manusia dapat mengakibatkan pencemaran udara, tetapi juga dapat berperan dalam pengendalian
pencemaran udara ini.
Pencemaran udara ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, harta benda, ekosistem, dan iklim.
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan adalah bronkitis dan emphysema. Adanya hujan asam yang bersifat korosif dapat menyebabkan kerugian harta benda karena berkaratnya benda-benda dari besi yang kontak dengannya. Hujan asam menyebabkan perubahan pH air dan tanah. Keadaan ini berpengaruh pada keseimbangan ekosistem. Gas-gas rumah kaca (CO2, CFCs, dan N2O) dapat menyerap radiasi inframerah dan menghangatkan udara di permukaan. Peningkatan temperatur di bumi menyebabkan gunung-gunung es mencair yang mengakibatkan perubahan iklim global. Selain itu, CFCs juga dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon. Kebocoran ozon sangat berbahaya bagi kehidupan manusia karena dari lubang ozon tersebut, sinar ultraviolet dapat masuk menembus ke bumi. Radiasi sinar UV ini dapat menyebabkan kerusakan materi genetik DNA dan kanker.

3 ) Solusi

Standar batas-batas pencemaran udara secara kuantitatif diatur dalam Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Mutu Udara Emisi. Baku Mutu Udara Ambien menunjukkan batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di udara, tetapi tidak menimbulkan
gangguan pada makhluk hidup. Sementara itu, Baku Mutu Udara Emisi menunjukkan batas kadar yang diperbolehkan bagi zat atau bahan pencemar untuk dikeluarkan dari sumber pencemaran ke udara sehingga tidak mengakibatkan pencemaran yang melampaui batas Baku Mutu Udara Ambien.
Dengan ketentuan tersebut, perusahaan yang mengeluarkan emisi akan berusaha untuk menjaga agar sesuai dengan ketentuan tersebut.
Secara tidak langsung, hal tersebut telah dapat mengendalikan laju pencemaran udara.
Pengendalian emisi dapat dilakukan dengan berbagai alat.
Pemilihannya dapat dilakukan dengan pertimbangan efisiensi, sifat kimiawi pencemar, dan lainnya. Beberapa alat pengendali emisi, antara lain, sebagai berikut.

a) Filter udara berguna untuk menyaring partikel yang ikut keluar dari
cerobong agar tidak ikut terlepas ke udara sehingga hanya udara
yang bersih yang keluar ke lingkungan.

b) Pengendap siklon, yaitu pengendap partikel yang ikut dalam emisi
dengan memanfaatkan gaya sentrifugal dari partikel dengan cara
partikel diembuskan ke dinding tabung siklon sehingga partikel yang
berat akan mengendap.

c) Pengendap sistem gravitasi, yaitu ruang panjang yang dilalui partikel
sehingga perlahan-lahan dimungkinkan terjadi pengendapan partikel
ke bawah akibat gaya gravitasi.

d) Pengendap elektrostatika, berguna untuk mengendapkan partikel
di bawah diameter 5 mikrometer dan paling efektif digunakan
pengendap elektrostatik. Dengan alat ini, volume udara yang
dibersihkan dapat dalam jumlah yang besar.

e) Filter basah, scrubber, atau wet collectors, berguna untuk
mengendapkan pencemar nonpartikel. Scrubber dapat memisahkan
udara bersih dari pencemar nonpartikel. Kerja alat ini adalah
dengan menggunakan larutan penyerap. Pencemar nonpartikel
dilewatkan dalam larutan penyerap sehingga larutan akan menyerap
pencemar nonpartikel tersebut.

Selain itu, ada beberapa pencemar yang dikelola secara khusus,
misalnya, sebagai berikut.

a) Pengendalian sulfur dioksida (SO2)
Pengendalian SO2 dilakukan dengan mengurangi penggunaan bahan
bakar bersulfur tinggi, seperti batu bara dengan bahan bakar yang lebih
bersih untuk lingkungan.
b) Pengendalian oksida nitrogen (NO2)
Cara yang paling tepat untuk menghindari terjadinya pencemaran
NO2 adalah dengan menghindari penggunaan bahan bakar fosil.

Secara garis besar, upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk
menghindari terjadinya pencemaran udara adalah:

a) mengurangi atau mengganti bahan bakar rumah tangga yang berasal
dari fosil dengan bahan bakar yang ramah lingkungan;
b) tidak menggunakan barang-barang rumah tangga yang mengandung
CFC;
c) tidak merokok di dalam ruangan;
d) mencegah terjadinya kebakaran hutan, perusakan hutan, dan
penggundulan hutan;
e) menanam tumbuhan hijau di sekitar rumah dan berpartisipasi dalam
penghijauan dan reboisasi;
f) adanya peraturan yang mengharuskan membuat cerobong asap bagi
industri dan pabrik.

About these ads

Satu gagasan untuk “Pencemaran Udara

Bermanfaat? Komentar Yuk

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s