Green Invaders (Tanaman Penjajah)

13867_2_470x300

Green Invaders (Penjajah Hijau) sekarang mengambil alih kehidupan di Amerika. Tidak, tidak sperti penjajah dari luar angkasa. Mereka adalah penjajah Tanaman. Mungkin mereka tidak berbahaya bagi manusia, namun sangat merusak jaring atau siklus makanan.

Mereka sendiri adalah tanaman yang dibawa dari daerah lain untuk penghias perkarangan rumah. Sejak orang orang mulai berdatangan di pantai Amerika, mereka membawa pohon, bunga, dan sayuran dari tempat lain.

Sekarang ada begitu banyak tanaman tersebut, mereka menyingkirkan tanaman asli yang telah tinggal di sini sebelum datangnya manusia.

Dan itu masalahnya, kata Dr Doug Tallamy. Dia adalah seorang entomolog (ahli serangga) di University of Delaware. Ia menjelaskan bahawa banyak larva serangga yang hidup dengan makanan tertentu.

Ulat kupu-kupu Monarch (gambar), misalnya, hanya menyantapo daun milkweed. Jika orang menebang milkweed dan menggantinya dengan tanaman lain, kupu-kupu tidak akan memiliki sumber makanan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Tapi masalahnya tidak berhenti di situ, ulat ulat ini akan pergi tepat di seberang jaring makanan. Ketika serangga tidak bisa mendapatkan tanaman yang tepat untuk makan dan mereka mati, maka burung tidak memiliki cukup serangga untuk makanan mereka. Tallamy menunjukkan bahwa hampir semua burung yang bermigrasi tergantung pada serangga untuk memberi makan anak-anak mereka.

“Kita tidak bisa membiarkan tanaman dan hewan di sekitar kita hilang,” kata Tallamy. “Cara untuk menjaga mereka adalah dengan memberi mereka makanan untuk dimakan. Tetapi ketika kita menanam tanaman non-pribumi, kita secara tidak langsung merusak jaring makanan, karena dengan begitu kita tidak memiliki serangga bagi burung butuhkan untuk hidup.”

Tanaman sedikit, artinya serangga juga berkurang, dan populasi burnung akan terancam. Dan itu buruk bagi bumi, karena kita membutuhkan berbagai makhluk hidup untuk menjaga planet agar tetap sehat dan indah.

Kabar baiknya adalah, tukang kebun di mana-mana bekerja keras untuk melindungi tanaman asli dan menyingkirkan penjajah itu. Banyak pusat-pusat taman lokal menjual tanaman asli. “Cek di Google tanaman asli dan lokasi Anda, dan Anda dapat mengetahui tanaman benar-benar milik di mana Anda tinggal,” kata Tallamy.

Penanaman yang benar membuat perbedaan nyata, dan cepat. Dia menjelaskan penanaman milkweed di halaman kota kecil tentang ukuran ruang tamu satu musim semi. Di musim panas satu pohon milkweed berhasil membiakkan 50 kupu kupu baru.

Tallamy mendorong anak-anak untuk menanam tanaman asli. “Membuat burung datang itu sulit, dan lihatlah anda dapat melakukannya dengan memperbanyak keberadaan serangga” ia menyarankan. “Ini akan terjadi-serangga bergerak banyak, dan mereka akan menemukan tanaman yang Anda tanam di luar sana untuk mereka!”

Tip Hari Bumi:
Menanam tanaman asli atau pohon tahun ini!

Polusi Botol Plastik : Mengapa memilih air kemasan botol?

Setiap  enam botol minuman botol, hanya satu botol yang sampai ke tempat daur ulang

Foto oleh Justin Sullivan

Jika keluargamu seperti banyak keluarga di Amerika Serikat, membeli banyak belanjaan yang diantaranya banyak air minuman berbotol, atau selesai main bola lalu membeli minuman botol di lemari es.

Tapi tahukah kamu bahwa semua botol plastik menggunakan banyak bahan bakar fosil dan mencemari lingkungan kita?. Bahkan, Amerika membeli lebih banyak air kemasan botol daripada bangsa lain di dunia, sehingga membuat tambahan 29 miliar botol air per tahun. Dalam rangka untuk membuat semua botol-botol itu produsen menggunakan 17 juta barel minyak mentah. Itu cukup minyak untuk menjaga satu juta mobil selama dua belas bulan.

Bayangkan semua produksi minyak, seperempatnya untuk meproduksi botol?, berapa banyak minyak yang sudah kita habiskan?.

Jadi, mengapa harus membeli air kemasan botol daripada langsung minum dari dispenser dirumah? atau menyimpan botol tersebut untuk dipakai kemudian hari? Beberapa orang minum air kemasan karena mereka pikir itu lebih baik bagi mereka daripada air dari keran, tapi itu tidak benar. Di Amerika Serikat, pemerintah daerah pastikan air dari keran aman. Tapi tahukah anda bahwa Ada juga kekhawatiran bahwa bahan kimia dalam botol sendiri mungkin larut ke dalam air.

Orang yang suka kenyamanan air kemasan. Tapi mungkin jika mereka menyadari masalah itu menyebabkan, mereka akan mencoba minum dari gelas di rumah atau membawa air dalam wadah isi ulang, bukan plastik.

Botol plastik daur ulang dapat membantu bukan untuk menambah stok sampah, botol plastik bisa diubah menjadi barang-barang seperti karpet atau pakaian bulu yang nyaman.

Sayangnya, untuk setiap enam botol air yang kita gunakan, hanya satu yang sampai ke tempat daur ulang. Sisanya dikirim ke tempat pembuangan sampah. Atau, bahkan lebih buruk, botol botol itu dibuang sembarangan ke sungai, laut, tanah, atau di mana saja, padahal butuh jutaan tahun bagi botol tersebut untuk hancur.

Air itu sangat baik untuk kesehatan, dan tentunya dianjurkan. Tapi apakah kita bisa membuat perubahan dengan mengurangi penggunaan dan pembelian kemasan botol?

Dan ya, kita harus bisa. Ingat ini: Daur ulang satu botol plastik dapat menghemat energi yang cukup untuk menyalakan sebuah bola lampu 60 watt selama enam jam.

Sumber : http://kids.nationalgeographic.com/kids/stories/spacescience/water-bottle-pollution/
Tulisan Asli Oleh Catherine Clarke Fox
Judul Asli : Drinking Water: Bottled or From the Tap?
Diterjemahkan dengan sedikit perubahan

10 Kota Mati Yang Ditemukan

Di bawah ini beberapa kota yang tidak berpenduduk sama sekali dikarenakan berbagai bencana sehingga kota tersebut di tinggalkan.

1.Kolmanskop


Kolmanskop adalah sebuah kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Dalam dua tahun terciptalah sebuah kota yang megah lengkap dengan segala prasarananya seperti kasino, sekolah, rumah sakit, juga dengan bangunan tempat tinggal yang eksklusif yang berdiri di lahan yang dulunya tandus dan merupakan padang pasir. Tetapi setelah perang dunia pertama, jual beli berlian menjadi terhenti, ini merupakan permulaan berakhirnya semuanya. Sepanjang tahun 1950 kota mulai ditinggalkan, pasir mulai meminta kembali apa yang menjadi miliknya. Papan metal yang kokoh roboh, kebun yang cantik dan jalanan yang rapi dikubur dibawah pasir, jendela dan pintu bergeretak pada setiap engselnya, kaca-kaca jendela terpecah membelalak seperti menunjukan kehancuran pada hamparan pasir yang menjulang. Quote: Sebuah kota mati baru telah dilahirkan, sampai saat ini masih nampak sepasang banguna yang berdiri, juga terdapat bangunan seperti sebuah teater masih dalam kondisi yang sangat baik, dan sisanya, rumah-rumah tersebut hancur digerus pasir dan menjadi deretan rumah-rumah hantu yang menakutkan.

2.Prypiat

Prypiat adalah sebuah kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hampir 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, barang berharga, pakaian dan lain-lain semua seperti kebanyakan milik keluarga-keluarga pada umumnya.

Penduduk hanya boleh mengambil dokumen penting, buku dan pakaian yang tidak terkontaminasi oleh nuklir. Namun sejak abad 21, tidak lagi ada barang berharga yang tertinggal, bahkan tempat duduk dikamar kecilpun dibawa oleh para penjarah, banyak dari bangunan yang isinya dirampok dari tahun ke tahun. Bangunan yang tidak lagi terawat, dengan atap yang bocor, dan bagian dalam bangunan yang tergenang air di musim hujan, semakin membuat kota tersebut benar-benar menjadi kota mati. Kita bisa melihat pohon yang tumbuh di atap rumah, pohon yang tumbuh di dalam rumah. Para CoD 4 players pasti mengenali kota yg satu ini.

3.Sanz Hill


Disebelah Utara Taiwan, terdapat sebuah kampung yang futuristic, pada awalnya dibangun sebagai sebuah tempat peristirahatan yang mewah bagi kaum kaya. Bagaimanapun, setelah terjadi banyak kecelakaan yang fatal pada masa pembangunannya akhirnya proyek tersebut dihentikan. Setelah mengalami kesulitan dana dan kesulitan para pekerja yang mau mengerjakan proyek tersebut akhirnya pembangunan resort tersebut benar-benar dihentikan ditengah jalan. Desas-desus kemudian bermunculan, banyak yang bilang kawasan kampung tersebut menjadi tempat tinggal para hantu, dari mereka yang sudah meninggal.

4.Craco

Craco terletak didaerah Basilicata dan provinsi Matera sekitar 25 mil dari teluk Taranto. Kota pertengahan ini mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta tanaman pertanian lainnya. Ditahun 1060 ketika kepemilikan lahan Craco dimiliki oleh uskup Arnaldo pimpinan keuskupan Tricarico. Hubungan yang berjalan lama dengan gereja membawa pengaruh yang banyak kepada seluruh penduduk. Di tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, waktu itu mereka banyak dilanda permasalahan social dan kemiskinan yang banyak membuat mereka putus asa, antara tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Kondisi pertanian yang buruk ditambah dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menyebabkan mereka bermigrasi massal.

Antara tahun 1959 dan 1972 Craco kembali diguncang gempa dan tanah longsor. Di tahun 1963 sisa penduduk sekitar 1300 orang akhirnya dipindahkan ke suatu lembah dekat Craco Peschiera, dan sampai sekarang Craco yang asli masih tertinggal dalam keadaan hancur dan menyisakan kebusukan sisa-sisa peninggalan penduduknya.

5.Oradour Sul Glane


Perkampungan kecil Oradour Sul Glane di Perancis menunjukan sebuah kondisi keadaan yang sangat mengerikan. Selama perang dunia ke II, 642 penduduk dibantai oleh tentara Jerman sebagai bentuk pembalasan atas terhadap perlakuan Perancis waktu itu. Jerman yang waktu itu sebenarnya berniat menyerang daerah di dekat Oradour Sul Glane tapi akhirnya mereka menyerang perkampungan kecil tersebut pada tanggal 10 Juni 1944. menurut kesaksian orang-orang yang selamat, penduduk laki-laki dimasukan kedalam sebuah gudang dan tentara jerman menembaki kaki mereka sehingga akhirnya mereka mati secara pelan-pelan. Wanita dan anak-anak yang dimasukan ke dalam gereja, akhirnya semua mati tertembak ketika mereka berusaha keluar dari dalam gereja. Kampung tersebut benar-benar dihancurkan tentara Jerman waktu itu. Dan sampai saat ini reruntuhan kampung tersebut masih berdiri dan menjadi saksi betapa kejamnya peristiwa yang terjadi saat itu.

6. GunkanJima

Pulau ini adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Nagasaki Daerah Administratsi Jepang, sekitar 15 kilometer dari Nagasaki. Pulau ini juga dikenal sebagai “Gunkan Jima” atau pulau kapal perang. Pada tahun 1890 ketika suatu perusahaan (Mitsubishi) membeli pulau tersebut dan memulai proyek untuk mendapatkan batubara dari dasar laut di sekitar pulau tersebut. Di tahun 1916 mereka membangun beton besar yang pertama di pulau tersebut, sebuah blok apartemen dibangun untuk para pekerja dan juga berfungsi untuk melindungi mereka dari angin topan.

Pada tahun 1959, populasi penduduk pulau tersebut membengkak, kepadatan penduduk waktu itu mencapai 835 orang per hektar untuk keseluruhan pulau (1.391 per hektar untuk daerah pusat pemukiman), sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia. Ketika minyak tanah menggantikan batubara tahun 1960, tambang batu bara mulai ditutup, tidak terkecuali di Gunkan Jima, di tahun 1974 Mitsubishi secara resmi mengumumkan penutupan tambang tersebut, dan akhirnya mengosongkan pulau tersebut. Pada tahun 2003 pulau ini dimbil sebagai setting film “Battle Royal II” dan mengilhami sebuah game popular “Killer7″.

7. Kadykchan

Kadykchan merupakan salah satu kota kecil di Rusia yang hancur saat runtuhnya Uni Soviet. Penduduk terpaksa berjuang untuk mendapatkan akses untuk memperoleh air, pelayanan kesehatan dan juga sekolah. Mereka harus keluar dari kota itu dalam jangka waktu 2 minggu, untuk menempati kota lain dan menempati rumah baru. Kota dengan penduduk sekitar 12.000 orang yang rata-rata sebagai penambang timah ini dikosongkan. Mereka meninggalkan rumah mereka dengan segala perabotannya. Jadi anda dapat menemukan mainan, buku, pakaian dan berbagai barang didalam kota yang kosong.

8. Kowloon


Kota besar Kowloon yang terletak di luar Hongkong, China. Dulunya diduduki oleh Jepang selama perang dunia II, yang kemudian diambil alih oleh penduduk liar setelah Jepang menyerah. Pemerintahan Inggris ingin China bertanggung jawab terhadap kota ini, karena kota tersebut menjadi kota yang tidak beraturan dan tidak taat pada hukum pemerintah. Populasi tidak terkendali, penduduk membangun koridor lybirint yang setinggi jalan yang penuh tersumbat oleh sampah, bangunan yang sangat tinggi sehingga membuat cahaya matahari tidak bisa menyinari. Seluruh kota disinari dengan neon. Kota tersebut penuh dengan rumah pelacuran, kasino, rumah madat dan obat bius dan kokain, banyak terdapat makanan-makanan dari daging anjing dan juga terdapat pabrik-pabrik rahasia yang tidak terganggu oleh otoritas.Keadaan ini akhirnya berakhir ketika di tahun 1993, diambil keputusan oleh pemerintah Inggris dan otoritas China untuk menghentikan semua itu.

9. Varosha

Varosha adalah sebuah daerah yang tidak diakui oleh republic Cyprus Utara. Sebelum tahun 1974 Turki menginvasi Cyprus, daerah ini merupakan daerah wisata modern di kota Famagusta. Pada tiga dekade terakhir, kota ini ditinggalkan dan menjadi kota mati. Di tahun 1970-an, kota ini menjadi kota tujuan wisata utama di Cyprus. Untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada para wisatawan, kota ini membangun berbagai bangunan mewah dan hotel. Ketika tentara Turki menguasai daerah tersebut, mereka menjaga dan memagari daerah tersebut, tidak boleh ada yang keluar masuk kota tersebut tanpa seijin dari tentara Turki dan tentara PBB. Rencana untuk kembali mengembalikan Varosha ke tangan kendali Yunani, namun rencana tersebut tidak pernah terwujud. Hampir selama 34 tahun kota tersebut dibiarkan dan tidak ada perbaikan. Perlahan bangunan-bangunan tersebut hancur, metal mulai berkarat, jedela pecah, dan akar-akar tumbuhan menembus dinding dan trotoar. Kura-kura bersarang di pantai yang ditinggalkan. Di tahun 2010 Pemerintahan Turki bermaksud untuk membuka kembali Varosha untuk para turis dan kota kembali bisa didiami dan akan menjadi salah satu kota yang paling berpengaruh di uatara pulau.

10. Agdam


Kota besar Agdam di Azerbaijan adalah salah satu kota besar yang populasi penduduknya mencapai 150.000 orang. Namun kemudian hilang setelah pada tahun 1993 sepanjang perang Nagorno Karabakh. Walaupun kota ini tidak secara langsung menjadi basis peperangan, namun kota ini tetap mendapatkan efek dari perang tersebut, dengan menjadi korban dari sikap para Armenians yang merusak kota tersebut. Bangunan-bangunan dirusak dan akhirnya ditinggalkan penghuninya, hanya menyisakan masjid-masjid yang masih utuh berdiri. Penduduk Agdam sendiri sudah berpindah ke area lain, seperti ke Iran.

Fenomena alam yang luar biasa

Beberapa fenomena alam berikut ini menimbulkan bencana bagi umat manusia, namun terlihat indah dan menakjubkan. Terkecuali tentunya tiang cahaya dan migrasi kupu-kupu monarch yang memberi visual nan indah untuk disaksikan. Langsung saja kita lihat bersama, ya

1. Migrasi kupu-kupu Monarch

Migrasi massal kupu-kupu  Monarch (Danaus  plexippus) terjadi saat musim dingin meliputi sebagian besar Amerika Utara menuju daerah selatan. Warna kupu-kupu oranye dan hitam terlihat indah ketika memenuhi langit biru.

2. Tiang Cahaya

Tiang cahaya terjadi saat cuaca  sangat dingin ketika kristal es tergantung di atmosfer, maka fenomena alam ini terlihat di langit malam. Semakin tinggi kristal es, semakin tinggi pula tiang cahaya itu terlihat.

3. Maelstorm

Maelstorm adalah pusaran air yang sangat kuat di tengah laut. Pusaran air yang  terjadi di Skotlandia dan dapat terdengar hingga bermil-mil jauhnya, walaupun nyatanya maelstorm bisa saja terjadi di mana pun.

4. Badai pasir

Badai pasir terjadi ketika angin kencang  mengangkat  partikel tanah dan pasir ke atmosfer sehingga membentuk badai. Setiap empat puluh juta tahun ton debu  dibawa dari Sahara ke  cekungan Amazon.

5. Pusaran api

Yang satu ini mengerikan, namun tetap terlihat indah. Yaitu pusaran api yang terjadi saat tornado. Pusaran api terjadi ketika panas dari api mendorong udara di atasnya sedemikian rupa untuk membentuk pusaran dengan udara dingin di luar. Jika pusaran ini memperoleh pusaran vertikal  maka api akan terhisap ke atas membentuk pusaran api.

Pusaran api yang terjadi di Tokyo tahun 1923 membakar semua bangunan di sana yang kebanyakan terbuat dari kayu, sehingga memakan korban 38.000 orang hangus terbakar.

Pemanfaat SDA Kelautan di Indonesia belum Optimal

Meski Indonesia merupakan negara kepulauan, sumber daya hayati laut sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal jika saja optimalisasi dilakukan, bisa terlihat jika alternatif pangan di laut Indonesia sangatlah melimpah.

Sebagai contoh, perairan kawasan barat Indonesia yang memiliki rata-rata kedalaman 75 meter, didominasi sumber daya perikanan pelagis kecil. Sedangkan di kawasan timur Indonesia yang memiliki kedalaman hingga lebih dari 4.000 meter, melimpah dengan pelagis besar macam ikan tuna dan cakalang. Kekayaan sumber daya ini memiliki peran penting dalam pemenuhan protein hewani dari sektor kelautan.

Namun, alternatif pangan ini memiliki kendala di beberapa hal. Termasuk dalam pola pikir masyarakat Indonesia yang lebih memilih karbohidrat dalam padi dan umbi-umbian. Padahal pangan dari laut sangat kaya dengan sumber protein yang juga dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Hal ini dikemukakan dalam Rapat Koordinasi Nasional The Census of Marine Life (CoML) Indonesia ‘Keanekaragaman Hayati Laut untuk Ketahanan Pangan.’ Berlangsung di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Rakornas ini diisi pembicara kunci seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan di era Presiden Megawati, Rokhmin Dahuri.

CoML merupakan riset global pendataan kehidupan laut pertama di dunia yang melibatkan ilmuwan dari seluruh dunia. Program ini sudah berlangsung selama satu dekade, mulai dari tahun 2000 hingga 2010. Mereka berupaya membedah arsip untuk mengkaji kondisi keragaman, kelimpahan komunitas, serta populai pada masa lalu, dan memotret parameter untuk masa kini.

“Dalam Census of Marine Life, kita tidak cuma mengidentifikasi dan memetakan biota laut. Tapi juga potensi apa yang dimilikinya, ” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Iskandar Zulkarnain, Rabu (25/1).

“Persoalannya tidak berhenti dengan mengidentifikasi, tapi bagaimana bisa diperkenalkan kepada masyarakat, meyakinkan mereka bahwa ini adalah sumber pangan. Jadi, tantangannya tidak hanya secara teknis tapi juga secara budaya dan sosial.”

Ditambahkan oleh Kepala Pusat Penelitian Oceanografi LIPI Zainal Airifin jika sudah ada tiga biota laut yang dikembangkan jadi sumber pangan. Antara lain abalon (siput mata tujuh), teripang, dan rumput laut.

“Abalon sebenarnya makanan yang cukup mewah tapi kurang dimanfaatkan, tapi sudah kami kembangkan di Unit Pelayanan Teknis di Mataram (Nusa Tenggara Barat),” ujar Zainal.

Sedangkan teripang, lanjut Zainal, sudah dimanfaatkan sejak abad ke 18 tapi kurang banyak yang tahu.”Padahal negara yang tak punya banyak laut seperti Malaysia, sudah memanfaatkan teripang sebagai makanan sehat. Dan untuk rumput laut juga sudah mulai dikembangkan di Unit Pelayanan Teknis di Tual (Maluku).” kata Zainal lagi.
National Geographic

Sertifikasi kayu untuk pengolahan hutan

Indonesia diperkirakan kehilangan 1,8 juta hektar hutan pertahun dan bertanggung jawab atas sekitar 14 persen hilangnya hutan global. Hanya dua persen hutan Indonesia yang mempunyai sertifikat Forest Stewardship Council (FSC). Kurang berkembangnya sertifikasi ini kebanyakan oleh minimnya tenaga ahli, keahlian, dan jaringan pasar.

Namun, hari ini sebanyak sepuluh pemilik konsesi hutan dengan luas area lebih dari 500.000 hektar di Kalimantan bergabung dengan The Borneo Initiative (TBI) dan berkomitmen untuk memperoleh sertifikat FSC. Tujuannya adalah memperkecil terjadinya transaksi kayu hasil penebangan gelap yang beredar di pasar internasional.

Selain itu, sertifikasi juga menjamin status legalitas kayu di pasaran. Sertifikasi kayu ini menjadi prasyarat untuk produk ekspor, salah satunya karena terkait dengan isu pelestarian lingkungan.

Bergabungnya sepuluh perusahaan tersebut menambah jumlah anggota TBI menjadi 27 perusahaan sejak pendiriannya pada 2010, dan menggenapkan total konsesi hutan yang dalam proses mendapatkan sertifikasi FSC menjadi total seluas tiga juta hektar.

“Inisiatif ini merupakan langkah maju dan sangat sejalan dengan komitmen Pemerintah RI terhadap konservasi dan pengelolaan hutan yang lestari, khususnya dengan ditetapkannya 45 persen wilayah pulau Kalimantan sebagai paru-paru dunia.” ujar Iman Santosa, Dirjen Bina Usaha Kehutanan di Kementerian Kehutanan RI, dalam acara Penandatanganan Keanggotaan The Borneo Intiative, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (25/1).

TBI sendiri adalah yayasan yang bekerja sama dengan WWF-Indonesia dan memiliki misi mencegah hilangnya hutan tropis yang disebabkan oleh penebangan hutan dan eksploitasi di Kalimantan. Lewat program Heart of Borneo, konservasi dan pembangunan berkelanjutan juga dilakukan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan dan juga mencakup sebagian wilayah Brunei Darussalam.

Hanya setahun setelah TBI beroperasi, tiga hutan konsesi memperoleh sertifikat FSC, dengan cakupan wilayah kelola sebesar 429.460 hektar hutan alam. Tiga konsesi bersertifikat FSC ini adalah PT. Suka Jaya Makmur (171,340 Ha), PT. Narkata Rimba (41.540 Ha) dan PT Sarpatim (216.550 Ha)

Hans Widjayanto selaku President Director PT. Sarpatim mengatakan, “Sertifikasi FSC sangat logis bagi bisnis, dengan diperolehnya sertifikat FSC kami dapat membangun ikatan yang lebih kuat dengan konsumen untuk menghadapi persaingan harga.”

Menurut Hans, komitmen dari pimpinan yang bagus, kebijakan yang terkontrol—baik di pusat maupun daerah, dan perusahaan yang sehat secara finansial merupakan kunci untuk perusahaannya mendapatkan sertifikat FSC.

“Jalan yang kami lalui sampai mendapatkan sertifikat ini cukup panjang. Banyak hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan, misalnya masalah sosial. Namun, dengan adanya sertifikat FSC kami semakin terdorong untuk mendukung pengelolaan hutan yang lebih baik”, kata Hans. (Oleh: Yunitta Leshinta)
National Geographic Indonesia