Melacak Alam : My inspiring book

Melacak Alam by Hans Jurgen Press
.
Banyak yang tidak kenal buku ini, terbitan terjemahan bahasa indonesianya pertama kali yaitu tahun 1980an oleh Penerbit Angkasa. Yap, betul betul jadul. Tapi jangan salah, isinya sama sekali tidak sejadul penerbitannya. Banyak hal yang tak terduga oleh kita, ada di buku itu. Sungguh benar benar buku yang menuliskan sesuatu tentang alam yang sangat dekat dengan kita. Misalnya seperti panggilan burung hantu di malam hari, fosil fosil di batuan kapur di pantai, dan masih banyak lagi.
Pokoknya, dari awal hingga akhir kita membacanya, kita akan terasa di ajak mengenal, melihat, mencoba, dan menyelidi kehidupan liar di sekitar kita. .
Aku ingin sedikit bercerita bagaimana aku bisa mengenal buku itu. Kisahnya dimulai ketika aku masih duduk di bangku kelas 5 SD tahun 2005. Ketika jam pulang sekolah, terlihat penjaga sekolah sedang membereskan buku buku di perpustakaan. Sebenarnya bukan membereskan, tetapi mengeluarkan buku buku lama (perpustakaan sudah lama tidak di gunakan, sejak aku masih kelas 1 SD). Semua buku buku dikumpulkan di belakang perpustakaan dan siap untuk di bakar. Memang layak untuk di bakar, karena semua bukunya tidak ada yang utuh, bergerigi karena di makan rayap, lipas, dan tikus. Pembakaran pun dimulai, api berkobar dari satu sisi ke sisi yang lain. Aku dan dua orang temanku minta izin kepada penjaga untuk melihat lihat bukunya yang dibakar, dan kami mendapat izin untuk itu.
Aku dan teman temanku mencari buku buku malang di daerah yang belum tersambar, karena bukunya lumayan banyak, jadi api butuh waktu untuk melahapnya.
Akhirnya selesailah sudah pencarian kami, 2 orang temanku mendapatkan masing masing 2 buku, sementara aku mendapatkan 3 buku yang menurutku memiliki judul yang bagus, dan kondisinya masih layak dibaca. Buku yang aku dapatkan yaitu Melacak Alam, Mengenal – Mencoba – Menyelidiki Flora dan Fauna, dan Kerajinan Multiplex. Buku yang paling menarik perhatianku adalah Melacak Alam, buku itu yang paling parah kondisinya. Covernya hanya tinggal setengah, isi buku di bagian pinggir sudah bergerigi. Ajaibnya tidak ada satupun halaman buku itu yang terlepas, tidak ada satu halamanpun yang tidak lengkap tulisannya, bentuk bukunya juga paling unik, hampir persegi, berbeda dengan buku buku lain yang jelas persegi panjang.
Aku sangat mencintai buku itu, dan melakukan pengamatan pengamatan yang ditulis. Setiap kali ada waktu luang, aku tidak pernah lupa membacanya walaupun aku mengulang bacaan yang sama.
Pengamatan demi pengamatan ku lakukan, dan aku juga punya catatan tersendiri untuk menyimpan pengamatanku itu. Setidaknya yang masih ku ingat yaitu, mengamati undur undur hingga menjadi capung, memelihara ulat hingga menjadi kupu kupu, menbuat kolam katak dan mengamati pertumbuhannya, hingga membawa berbagai spesies laba laba ke kamarku, sampai sampah kamarku dipenuhi jaringnya, dan aku pernah digigitnya juga. Dalam pengamatan belut, aku juga pernah digigit dimana bekas gigitannya masih ada sampai sekarang, sebenarnya aku salah mengira belut, dalam buku adalah belut sungai, tapi yang aku amati adalah belut moray yang mengerikan.
Aku masih terus bersama buku itu, ketika SMP, aku memperbaikinya dan covernya aku gambar, hingga kelas 2 SMP, ia mengilang. Aku betul betul stress kehilangannya dan sempat menangis dua kali. Entah kenapa aku begitu ceroboh, yang aku ingat hanya buku itu aku bawa ketika piknik kenaikan kelas. 3 tahun aku hidup tanpanya, hingga akhirnya ketika aku sudah duduk di bangku kelas 2 SMA, Aku mengenal cara belanja online. Kecanggihan ini langsung aku manfaatkan untuk membeli buku itu di internet. Hari pertama aku tidak berhasil, tapi keesokan harinya keberuntungan itu datang, aku mendapakannya di toko buku Palasari Online. Bukunya sampai 2 minggu kemudian. Aku senang sekali bisa bersamanya hingga saat ini. Tapi bukunya sudah punya banyak perubahan, terutama dari segi designnya. .
Aku ingin semua orang membeli dan membaca buku itu. Di blog ini, aku akan menulisnya, tapi karena alasan hak cipta, isinya agak di modif. .
_maulyadi_

2 thoughts on “Melacak Alam : My inspiring book

  1. hay slam knal q edward dari situbondo jawa timur, q mempunyaikisah yg bnar2 mrip dg kisahmu:/ bedanya, smpai saat ini q blum mndpatkan kmbli bku mlcak alam yg hilang:/ q ga tw hrus bli dmna:/ bsa bntu q? plisss ni nmerq 087712678743

Bermanfaat? Komentar Yuk

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s