Mengoleksi temuan unik di pantai

Dah lama nggak nulis nih. Maklum, lagi sibuk mempersiapkan diri untuk ujian semester (menyiapkan taktik menyontek maksudnya, he he he kidding). Kemarin, gua sempat baca bukunya Hans Jurgen Press yang judulnya Melacak Alam tentang Koleksi Temuan Dari Pantai, pengamatannya unik banget. Banyak hal yang dapat kita ketahui tentang alam laut melalui strandline di pantai. Di pantai kita dapat menemukan untaian panjang sampah sampah organic maupun non organic, itulah yang dinamakan strandline. Dari strandline itu, cobalah kumpulkan kulit kerang dan siput dari jenis yang berbeda beda, ganggang laut yang telah layu, rangka landak laut, rangka luar udang, tulang punggung sotong, rangka kepiting, spons laut dan lain sebagainya.

rose

Agar rapi, ada baiknya kita atur temuan temuan kita menurut jenis, warna, dan ukuran dalam kotak kecil atau dalam kotak kayu yang bisa kita buat sendiri dari papan yang lebarnya 5 cm. didalam kotak kita dapat membuat sekat sekat sesuai jumlah temuan dan selera kita. Backroundnya agar cerah di cat putih ya. Kita bisa membuat tiga kotak, dimana kotak pertama adalah tempat rangka siput, kotak kedua adalah kulit kerang, dan tempat ketiga kita isi dengan temuan temuan lainnya. Jangan lupa setiap temuannya harus direkat dengan lem agar tidak berhamburan. Oh ya, jangan lupa juga untuk memberi nama di setiap temuan, jika ada yang tidak kita kenal, misalnya jenis siput yang bentuknya jartang kita lihat, kita dapat bertanya pada orang lain yang lebih tahu, atau dapat juga member nama sendiri. Kebanyakan dari siput dan kerang dinamakan sesuai dengan bentuknya juga tempat hidupnya. Jika tidak ingin membuatnya dalam bentuk kotak, kita dapat juga membuatnya berbentuk album, tapi harus gunakan kertas yang tebal ya.

Apa yang dapat kita amati dari temuan kita?

Banyak hal. Ya, banyak hal yang dapat kita amati dan ketahui tentang betapa hebatnya keanekaragaman lautan yang harus kita jaga.

Kerang yang berlubang
Jika kita mengamati dengan seksama kulit kulit kerang (terutama yang bewarna putih), maka kebanyakan dari mereka memiliki lubang kecil di dekat engselnya, kira kira sebesar 4 mm. apakah kerang yang mebuat ini?, oh tidak. Lubang kecil ini dibuat oleh siput pusar. Siput ini senang menyerang kerang kerang di laut. Ia mengeluarkan asam balerang dari suatu kelenjar dalam tubuhnya untuk melarutkan kapur. Dengan bantuan asam ini , ia memarut kulit kerang hingga bolong, kemudian memasukkan mulutnya yang mirip belalai melalui lubang itu dan melahap daging kerang.

Sejarah cumi cumi, sotong, dan kepiting
rose
.
rose
Tahukah kamu apa makanan yang paling disukai sotong?, bagi yang tinggal di dekat pantai, pasti tahu. Yap, jawabannya adalah kepiting. Cumi cumi juga suka kepiting, tapi mereka lebih sering terlihat memangsa udang dan ikan teri kecil. Dari temuan kita di pantai, kita dapat menemukan tulang punggung sotong yang keras (lebih tepat disebut sebagai kulit kapur), tulang punggung cumi cumi yang lembut, dan kulit atau zirah kepiting. Kisah mereka bertiga cukup unik tentang memangsa dan dimangsa. Cumi cumi dan sotong hidup dengan memangsa kepiting, sementara ketika mereka selesai bertelur, maka mereka menjadi tidak berdaya lalu dikeroyok oleh kepiting (balas dendam yang mengerikan). Kepiting memiliki indera penciuman yang cukup kuat untuk merasakan daging sejauh beberapa meter darinya. Jika ia telah mendapatkan daging, maka sangat sulit untuk kita lepaskan. Oleh karena itu, dengan seutas tali pancing dan kail, kita dapat memancing kepiting dengan menggunakan daging sotong ataupun daging lainnya (walaupun kedengarannya gampang, tapi sulit lho, saat kepiting sudah beberapa puluh senti di atas permukaan laut, biasanya ia akan melepaskan makanannya, jadi sedia ember dengan tali ya, untuk menampung kepiting yang baru saja berhasil di tangkap).

Landak laut tanpa duri
rose
.
rose
Rangka landak laut merupakan salah satu temuan hebat kita di pantai. Tapi, apakah kamu tahu, siapakah yang membuat durinya rontok dan akhirnya mati tinggal rangka?. Landak laut tinggal di sela sela bebatuan, ia hidup dengan memakan terumbu karang. Landak laut bersembunyi pada siang hari, dan pada malam harinya, di habitatnya, kamu da[at melihat dasar laut penuh dengan aktifitasnya, tapi sayangnya ia juga dimangsa oleh ikan kakatua dan ikan babi yang juga tinggal di terumbu karang (malangnya…). Selain jenis ikan, ada juga jenis bintang laut yang memakan landak laut (ga tau namanya, pernah nonton di film Planet Earth – BBC), bintang laut ini memiliki kaki yang banyak, bewarna merah kehitaman dan sedikit berduri (pokoknya bentuknya mengerikan).

Batu kapur yang berlubang
Mungkin salah satu temuanmu adalah batu kapur yang berlubang lubang seukuran kelingking. Pelakunya adalah kerang bor. Tapi biasanya mereka tidak dapat keluar lagi dari batu kecuali ia menembus batu atau ia mati. Hal ini disebabkan karena kerang itu membuat lorong sepanjang hidupnya, jadi lorong ia tidak akan bisa berputar ke belakang karena lorongnya sudah sempit.
Unik unik bukan, temuan kita kali ini. Bagi yang baru membaca, segera ke pantai ya. Eh, jangan lupa untuk menjaga laut kita ya, kalo nggak dijaga temuan kita bakalan disita museum ntar, he he he.

Bermanfaat? Komentar Yuk

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s