Kerusakan Lingkungan di Indonesia

Indonesia, negara kita yang kaya, subur, makmur, adil dan sejahtera.
ayoo aayoo indonesia biasaa, he he h.
ehm ehm, Kita memang punya banyak kekayaan alam. kalo masih ingat pelajaran sejarah, pasti tahu kenapa Bangsa Eropa datang ke Indonesia. Yap, negara kita kaya akan rempah rempah. bukan hanya rempah rempah, lho, lihatlah laut kita. Setap hari Nelayan memancing ikan, setiap hari pasar kita penuh dengan ikan ikan, dan setiap hari kita makan ikan ikan ikan. kesimpulannya kita punya banyak ikan ikan ikan ikan. (hah?, benarkah). yap, benar! tapi itu dulu… sekarang, kerusakan alam makin menjadi jadi, air, tanah, api, dan udara, semuanya tercemar. alngkah malangnya nasib negeri ini semenjak Avatar telah tiada (???????????????).

Hutan

mari kita menjelajah hutan sebentar. apa yang kita temukan??

Konon, dulu 70% daratan Indonesia terdiri dari hutan. Hutan Indonesia pun disebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Artinya, kalo hutan kita rusak, dunia ga bisa “bernafas”. Namun, data tahun kemarin aja menyatakan kalo dari 140 juta hektar hutan Indonesia, saat ini 60 juta hektar udah rusak. Sedangkan data dari FAO menyatakan kalo selama tahun 2000-2005 aja hutan Indonesia berkurang 1.8 juta hektar per tahunnya! It means, 2% per tahun. Bayangin kalo aja 2% tiap tahun (sejak tahun 2000), maka 2050 udah jadi padang gurun deh negara kita. Meski data terakhir menyatakan kerusakan udah agak menurun, tapi toh masi aja di kisaran lebih dari 1 juta hektar pertahun dan menjadi salah satu penyebab banjir, tanah longsor sampe kepunahan hewan-hewan.

Air

setiap harinya, 775 ton polutan mencemari air di Indonesia. Indonesia tercatat sebagai negara urutan nomor 6 dalam hal pencemaran air ini. Khususnya pulau Jawa, pencemaran air udah bisa dibilang kritis. Yang paling parah tentu di kota-kota besar. Sementara dari 306 PDAM di Indonesia, hanya 10% yang airnya dinyatakan sehat.

Laut

sebagai negara yg 2/3 wilayahnya adalah laut dan kalo mau di manfaatin bener-bener juga bisa bikin negara dan warganya kaya raya, laut Indonesia malah kurang diperhatiin. Yang ada justru laut yang rusak. Terumbu karang yg adalah “rumahnya” ikan dan hewan laut lainnya aja diperkirakan 93.8% udah rusak karena limbah atau cara menangkap ikan yg gak bener (pake bom, misalnya). Air laut pun juga jadi korban akibat pencemaran misalnya, akibat eksplorasi minyak bumi dan gas alam sehingga kita juga denger ada laut tercemar logam merkuri, dll.

Tambang

kita mungkin udah tau kalo saking kayanya alam Indonesia, tanahnya kalo dikerukpun ada emas, batubara, minyak bumi, gas dan mineral lainnya. But, lagi-lagi karena pertambangan gak diaturdengan baik, bahkan dipasrahkan ke perusahaan swasta dan perusahaan asing, makanya kita sendiri yg jadi korban. Bencana kayak tanah longsor, banjir dan bencana lain seperti lumpur Lapindo juga adalah contoh akibat pertambangan yg gak diatur dengan baik.

Limbah

dengan adanya pabrik-pabrik yg dibangun, jelas itu manfaat banget buat lapangan kerja, memudahkan kita bisa dapet barang-barang, dll. Tapi, salah satu dampak dari pembangunan pabrik juga adalah polusi suara, udara, dan juga limbah yg bisa mencemari air dan tanah. Nah, untuk pabrik di Indonesia ini, pengelolaan limbah juga masih sering bikin masalah karena sering kali sembrono sehingga mencemari air tanah, sumur, sungai, dll. Sama halnya, limbah rumah tangga alias samapah atau bekas air cucian yg gak dibuang dengan bener juga bikin banjir, mencemari air, bikin ikan-ikan mati atau keracunan, dll.

Udara

pencemaran udara di Indonesia adalah nomor 3 terburuk di dunia dengan Jawa Barat sebagai yg terparah. Hal ini kebanyakan emang disebabkan karena emisi alias gas buang kendaraan yg makin banyak, sedang pohon dan tumbuhan ga ada. Padahal, udara tercemar tuh bahaya banget karena bisa mengganggu paru-paru, jantung, nafas, kesuburan mata, kulit, sampe ke global warming itu sendiri.

Punah

kepunahan satu spesies hewan atau tumbuhan nggak cuma bedampak pada hewan itu aja. Punahnya satu spesies juga memengaruhi keseimbangan ekosistem dan rantai makanan. Faktanya, sampe saat ini hewan khas Indonesia seperti harimau bali, harimau jawa, kuau bergaris ganda, tikus hidung panjang lores udah punah. Bahkan menurut data, 833 spesies lain terancam punah akibat hutan yg berkurang, perburuan liar, kerusakan alam, dll. Indonesia bahkan menempati peringkat 4 terburuk dunia untuk ini.

Musnah

alam sudah tercemar. makanan sudah tercemar. kita mau tinggal dimana, kita mau makan apa???
hidup sendirikah kita, dalam kesedihan, kehampaan, kesendirian, kesepian, dan kelaparan. bayi menangis, ibu meraung, ayah mengamuk, kiamat sudah
TAMAT !!!!!!!!!!!!

Bermanfaat? Komentar Yuk

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s