Oksigen membuat capung tumbuh lebih besar

Serangga raksasa tampak menakjubkan sekaligus menjijikkan. Khusus untuk capung, ternyata ukuran tubuhnya tergantung pada kadar oksigen.

Dulu, hal ini menjadi suatu hipotesa, namun sekarang sudah terbukti. John VandenBrooks dari Arizona State University telah menguji dan memastikan fenomena ini. Saat melakukan eksperimen, ia memperhitungkan perbedaan ukuran serangga berdasarkan konsentrasi oksigen.

VandenBrooks bereksperimen dengan sekelompok kecapung, kecoak, belalang, cacing, dan kumbang dalam tingkat oksigen yang berbeda.

Pada tingkat oksigen tinggi, spesies kecapung dewasa lebih cepat besar. Namun, hasil ini tak dijumpai pada kecapung yang dibesarkan pada tingkat oksigen rendah. Untuk kecapung, rahasianya terletak pada tuba trakea yang digunakan untuk bernafas.

Sayangnya, tak semua insekta memiliki reaksi sama terhadap peningkatan kadar oksigen. Studi yang dilakukan di Arizona State University ini menunjukkan 10 dari 12 serangga tak bereaksi positif pada tingkat oksigen tinggi.

Misalkan saja kecoak yang dibesarkan pada kadar oksigen tinggi, tetap menjadi larva dalam waktu lebih lama dan tak tumbuh lebih besar dari ukuran kecoak normal.

VandenBrooks mengatakan penelitian ini berdasarkan rasa ingin tahunya tentang bagaimana tingkat paleo-oksigen mempengaruhi evolusi serangga. Bagaimanapun juga, tak banyak orang ingin membesarkan satu peleton serangga.

Temuan studi ini akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan Geological Society of America di Denver.

Sumber: http://www.dinomarket.com/

Bermanfaat? Komentar Yuk

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s